11 Januari 2026
Tak Hanya Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Fahd Pahdepie Ajak Publik Setel "Frekuensi" Indonesia 2045

Fahd Pahdepie tengah menyampaikan materi— Pada acara Bincang Buku 2045 Hz: Frekuensi Masa Depan Indonesia di Gramedia Jalma, Blok M, Fahd Pahdepie membedah karya terbarunya berjudul “2045 Hz: Frekuensi Masa Depan Indonesia”.

Gramedia Jalma, Blok M, menjadi saksi diskusi mendalam mengenai masa depan bangsa pada Minggu (11/1), saat strategic storyteller Fahd Pahdepie membedah karya terbarunya berjudul “2045 Hz: Frekuensi Masa Depan Indonesia”. Di hadapan para peserta dari berbagai generasi, Fahd menekankan bahwa selama ini narasi menuju Indonesia Emas 2045 terlalu terjebak pada hal-hal yang bersifat kasat mata atau tangible, seperti pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, Indonesia perlu mulai mengurus hal-hal yang tidak kelihatan namun fundamental, yang ia istilahkan sebagai “frekuensi”.
“Tanpa penyetelan ulang pada frekuensi yang sama, segala pencapaian angka-angka statistik tidak akan mampu mengubah wajah Indonesia secara batiniah,” ungkap Fahd.
Ia menjelaskan bahwa frekuensi adalah sesuatu yang melampaui hitungan ekonomi dan tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun getarannya dapat dirasakan jika dilakukan secara konsisten. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat tahun 2045 sebagai destinasi atau angka tahun semata, melainkan sebagai sebuah panggung besar di mana bangsa ini harus sudah tahu apa yang akan dimainkan. Kegelisahannya muncul karena selama ini narasi yang dibangun seringkali hanya mengejar target prosedural namun melupakan resonansi batin antarwarga negara.

Gramedia Jalma, Blok M, menjadi saksi diskusi mendalam antara Fahd Pahdepie dan para peserta dari berbagai generasi, mengenai masa depan bangsa pada Minggu (11/1).
Dalam sesi diskusi tersebut, Fahd juga menegaskan pentingnya kesepakatan kolektif agar bangsa ini tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Saya percaya bahwa kita ngomongin Indonesia itu tergantung frekuensinya. Dan yang harus kita urusin adalah hal yang gak kelihatan supaya kita mulai bisa menantang dan mengurus hal-hal yang kelihatan. Padahal kalau itu mulai kita setel ulang, kalau itu mulai kita omongin bareng-bareng, saya percaya bahwa itulah yang akan merubah wajah Indonesia," ujar Fahd dengan penuh keyakinan.
Melalui bukunya, ia berharap getaran frekuensi yang sama ini akan semakin lebar dan mampu menggerakkan lebih banyak individu untuk bergerak dalam harmoni yang sama.

Foto bersama peserta diskusi 2045 Hz: Frekuensi Masa Depan Indonesia di Gramedia Jalma
Related Articles

Menyetel Frekuensi Masa Depan: Fahd Pahdepie Bedah Paradigma Kepemimpinan Baru di Hadapan Mahasiswa UMJ
Penulis buku 2045 Hz: Frekuensi Masa Depan Indonesia, Fahd Pahdepie, mengajak generasi muda untuk merombak cara pandang mereka terhadap dunia kepemimpinan dalam acara Latihan Kepemimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
